Ida Widyastuti : Ratu Snack Jawa Timur

Sukses Ida tentu saja bukan gratisan. Meski bisnis snack ditemukannya tanpa sengaja, membesarkannya memerlukan kerja keras.

Ida Widyastuti : Rejeki Pisang Yang Terbuang

Hanya dengan Rp 600 ribu, Ida memulai usahanya dengan menjajakan emping dari pasar ke pasar.

Selasa, 16 Desember 2014

SAMPAH....ITU BISA LEBIH MAHAL....

Asal kita pandai melihat dan menangkap peluang tentunya. Kayu buah yg tdk lagi terpakai ternyata bisa dimanfaatkan sebagai arang untuk barbeque. Katanya sih asapnya wangiiii....seperti buahnya. Kalo buah apel ya ada aroma apelnya.....buah orange ya bau orangenya...dll. 

Alhamdulillaah....kami sdh mulai export ini ke Spore. Di sini kurang dihargai...disana dijadikan produk yg bernilai lebih. 



Ayooo...bersemangat....



IW, 17 Des 2014

Senin, 15 Desember 2014

EVERYDAY IS MOTHER DAY....

Bagiku....tiap hari adalah hari ibu.
Ibuku meninggal saat melahirkan aku. Aku tidak pernah melihat wajahnya. Satu2nya foto lusuh itu aku temukan, yaitu foto keluarga. Lalu aku merepronya. Begitulah aku mengenal ibuku. Hanya itu. Tak seorangpun mengatakan tentang keberadaannya sejak aku kecil. Semua seperti mimpi.
Sejak kecil aku sering dibully teman2 sekolah karena tidak punya ibu. Aku diasuh oleh si Mbah yg sehari2 kupanggil EMAK .Tak jarang aku balik pulang dan tidak sekolah karena hal ini.
Aku punya kebiasaan unik masa kecil, sejak kelas 1 SD aku suka sekali pergi ke area pemakaman desa kalo jam istirahat sekolah tiba. Disaat teman2ku jajan es dll, aku lebih suka menyendiri di pemakaman desa, sambil memunguti buah  asam yang berjatuhan lalu mamakannya. Dentang bel sekolah tanda masuk kadang tak terdengar.
SMP....SMA.....karena tdk mampu, aku pun tdk meneruskan kuliah. Aku pergi ke Batam untuk bekerja.....
Hidupku tanpa IBU sungguh sangat berat. Betapa saat2 itu hingga kini aku selalu merindukan Beliau. Yaaa....tapi semua ini indah. Aku baru tahu bahwa salah satu batu nisan di bawah pohon asam itu adalah makam Ibuku, setelah aku menikah.
Yaaaah....begitulah hidup. Tanpa Ibu...memang berat. Tapi Tuhan membuat cerita lain dibalik semua ini. Aku jadi belajar lbh mandiri, berjuang keras membuatku jadi pribadi yg kuat dan tidak pantang menyerah. Kesendirian membuatku banyak belajar ilmu hidup dan mengasah kepekaan terhadap sesama. Hidup dalam kekurangan membuatku belajar menyesuaikan diri dan ikhlas. Banyak hal yg bisa aku dapatkan. Tuhan mempersiapkanku menjadi orang yang kuat untuk memikul tanggung jawab lebih besar ternyata, begitu aku akhirnya meyakininya.
Tanpa Ibu.....bukan berarti harus meratapinya tiap hari. menyambangi makam Ibuku adalah rutinitasku. Saat itulah aku berkomunikasi dg Beliau. Lewat doa....semua bisa terjaga. Komunikasi ini begitu indah. Aku meyakininya....walaupun Beliau tidak ada lagi di dunia....tapi Beliau masih berperan mengasuhku lewat wilayah metafisik. Sulit dimengerti memang bagi yang tidak memahaminya. Tapi begitulah adanya.
Aku merasa sungguh beruntung...karena Tuhan mempercayakan jalan hidup luar biasa ini padaku. Dengan kasihNya....Dia tetap memberikan kesempatan pada Ibuku untuk selalu bersamaku. KASIH IBU SEPANJANG MASA....
So...bagiku...everyday is mother's day....
Tiap hari adalah spesial untuk Ibuku.
MOM....I LOVE YOU AND MISS YOU SO MUCH.....FROM DEEPEST OF MY HEART..

Buku ini aku persembahkan untuk IBUKU....IBU MUSYAROFAH....yg meninggal saat melahirkanku....

IW, 21 Des 2014

Minggu, 14 Desember 2014

PISANG AGUNG...PISANG TANDUK

Pisang inilah yg menarik perhatian saya di tahun 2005 lalu. Ukurannya yang besar2 dan rasanya yg yahud membuatku benar2 jatuh hati untuk mengembangkannya.
Saat ini alhamdulillaah....kripik pisang agung Mekarsari bisa diterima pasar dg baik. Baik di pasar domestik ataupun internasional yg lagi gencar2nya kita usahakan. 

Karena ukurannya superior maka banyak orang yang suka dan heran tentunya. Bukan hal mudah memulai semua ini. Bagaimana saya harus terjun langsung ke sawah, hutan, semua sudah saya lakukan. Bangga dan haru bahwa semua ini bermanfaat untuk banyak orang. Ke depan harus bisa diterima pasar yang lebih luas lagi. Semangaaaaat......

Alhamdulillaah...


IW, 16 Des 2014



Jumat, 12 Desember 2014

HATI-HATI MENJADI SEORANG "AHLI"

Dua orang teman saya yang keduanya mendapat julukan ahli komunikasi tiba2 galau. Saya juga baru tahu ketika Malam itu jam 23.00 WIB hp saya berdering , salah satu dari teman baik diujung sana berkeluh kesah.

Beliau (B) :  mbak ida aku malu dg sebutan yang diberikan oleh masyarakat padaku sebagai ahli komunikasi dan ahli lobi. Tapi untuk mendamaikan keluargaku saja aku gak bisa.
Saya (S) : lha kenapa Pak? Ada masalah apa?

B : anak dan istriku bertengkar soal calon mantunya. Udah lama mereka saling diam . Aku beberapa kali mencoba mengakurkan tapi gagal sampe sekarang. Trus aku kudu piyee....mbaak.

(S) : nah lhoooh....tanggalkan GeEr Kita dulu , walau mulai dalam hati. Orang memberi gelar itu tidak semua sesuai, atau kadang hanya untuk mengambil hati kita.

Lalu kamipun tertawa. Oooo.....begitu ya? Yaaaah....tdk ada salahnya kita sisakan sedikit rendah hati kita untuk menyikapi suatu hal. Jangan berlebihan. Rendah hati bukan berarti rendah diri. Kalo rendah diri itu tidak boleh karena mendekati kurang bersyukur. Begitu?

Ending dari cerita itu hingga kini adalah...beliau jadi apatis pool. Cuek bebek karena merasa tidak dianggap di keluarganya sendiri. Keadaannya pun dibiarkan berlarut2 menunggu siapa sih yg keluar jadi pemenangnya? Yaitu yang mau mengalah.

Sedangkan sahabat saya yang kedua lebih memilih bercerai dg istrinya sebagai konsekuensi dari kegagalannya sbg "good  communicator".  Dia merasa malu dan harus melakukan sesuatu sebagai penyelesaiannya. Ketika kata2 tak lagi mempan dihadapan kita....maka tindakan nyatalah yg berbicara.

Menjadi seorang "ahli" tidaklah mudah. Butuh perjuangan keras untuk mencapainya dan membuktikan dengan kapabilitasnya. Apa selesai di sini? Tidak...sahabat. masih ada lagi pertanggungjawaban yang lebih besar. Tantangan terbesarnya adalah mempertahankan dg kinerja yg terjaga. Sebuah catatan tebal untuk pembelajaran saya sendiri....berhati-hatilah berbicara, karena akan selalu ada yang mencari kesalahan dan kekurangan kita.

IW, 16 Des 2014

Selasa, 09 Desember 2014

MANGGA PODANG

Mangga yg dulu tdk diperhitungkan kini sudah naik kelas. Harganyapun sdh naik 100%. Alhamdulillaah....sudah masuk ke beberapa negara di Timur Tengah.

Senin, 10 November 2014

LAUNCHING BUKUKU "IBU AJARI AKU DARI

Hari ini tgl 08 Nov 2014 menjadi hari spesial. Launching bukuju yg berjudul : "Ibu ajari aku dari surga".
Selama hampir 3 bulan menyusunnya dibantu mbak soffie beatrix dan tim.
Menulis buku ini seperti memutar kembali slide2 film lama. Suka duka dari masa kecil, remaja hingga saat ini. Sungguh suatu karunia hidup yg luar biasa. 

Launching diadakan di hotel Amazing Koetaraja Cikini. Diramaikan oleh sharing bbrp temen motifator diantaranya Pak Jamil Azzaini, Mas Mono ayam bakar mas mono, Pak Tri manusia 4 kwadran. aku juga menampilkan monolog didukung gerak teatrikal dik cika dan mbak bintari. Lalu diputarkan film pendek 10 menit yg jg menceritakan jalan hidupku. Film ini jg aku buat sendiri dg timku. Dibantu dik cika jd pemeran utama. 

Alhamdulillaah...semua lancar. Smg bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang. Amiiiin.....

Untuk suamiku....thanks a lot for supportnya. Dan untuk semua pihak yg terlibat dlm penyusunan buku dan film ini....thanks....bangeeeeet ya. 

Ibu.....terima kasih (sudah) mengajariku dari syurga.

Thanks God...Sudah mempercayakan jalan hidup yang luar biasa ini padaku. LUV YOU....


Jakarta, 08 Nopember 2014

Senin, 03 November 2014

DAMD......I LOVE INDONESIA.....!!!

Manado...Kota ini sungguh membuatku tertarik. Terakhir kali kesini di bulan Desember tahun lalu. Perjalanan 2.5 jam dari surabaya dengan pesawat yang dibonusi delay 1 jam lebih tak membuatku capek.
3 Nopember 2014 .  Sebuah panggilan menanti . Hari ini sharing di acara Pegadaian Indonesia yg bekerja sama dg Akademi Trainer. Seperti yang sudah2, keliling Indonesia membuatku makin cinta pada negeri ini. OOOO... DAMD...I LOVE INDONESIA......Jiiiiiaaaah..... co cuuuiiiit.....
Begitulah adanya. Negeri ini punya banyak keistimewaan. Mulai ragam suku,  budaya, bahasa, seni, makanan, pulau2, tempat2 wisata yg indah , laut dg pantainya yg menawan, hutan lebat yg masih perawan, sungai2 mengalir, aneka satwanya, dan masih banyak lainnya. Seperti negeri dongeng.....atau syurga yang digambarkan. Hehehehe.....
Aaaah.....jadi inget cerita lucu ini. Orang indonesia berlomba2 pergi ke arab untuk naik haji atau umroh demi pahala dan syurga. Amiiiiin. Bahkan tak jarang ada yg tiap tahun naik haji plus dg biaya ratusan juta. Temenku bahkan ada yg setahun 3x umroh. Bagus sih. Setidaknya mau "napak tilas" perjuangan Rosulullah dan mau berwasilah pada beliau.
Cerita lucunya begini. Ketika tiba2 orang arab datang ke Indonesia, mereka terkejut luar biasa karena ternyata di negeri ini kayak gambaran syurga yang disebut di al qur'an. Banyak sungai dg airnya yang bersih, Banyak bidadari cantik dll. Alhasil mereka banyak menetap di salah satu daerah di Bogor dan kawin kontrak sbg kedok menikmati  bidadari2 negeri ini. Kata mereka : "oalaaaah.....dari dulu aku beribadah mengharap syurga di negeriku (arab), e......ternyata syurga itu ada di indonesia. Lalu kenapa orang Indonesia berebut ke  negeriku?"
Begitulah adanya. Keindahan negeri ini, keramahan orang2nya, budayanya yang indah membuat siapa saja terkesima. Lalu mengapa kita mengingkarinya.
Aku adalah salah satu pengagum berat negeri ini. Sejarah berbicara bahwa kita mempunyai nenek moyang dan leluhur yang hebat. Dahulu kala saat Islam belum masuk ke nusantara ini, sudah banyak kerajaan besar berkuasa mulai dari kahuripan, sriwijaya, aceh, pasundan, kadiri, majapahit dan banyak lagi lainnya. Mereka sudah mengenal nilai2 islami seperti bergotong royong, saling menghormati, toleransi, pernikahan, berbagi, dll. Ketatanegaraan juga sudah lazim dijalankan. Kehidupan berketuhanan juga sudah dikenalnya. Mereka sudah hidup lebih "manusiawi".
Mengapa Islam diturunkan di daratan arab? Sungguh ini pertanyaan menggelitik bagiku. Bolehkah aku bertanya pada siapa saja yang mau menjawab dengan baik? Apa karena saking jahiliahnya mereka pada saat itu? Maka islam diturunkan disana untuk menyempurnakan akhlak mereka. Begitukah? Mengapa tidak di nusantara? Apa karena menurut Allah Tuhan semesta alam nusantara ini sudah sangat manusiawi dan beradap? Wallahualam. 
Aku menulis ini diatas angkasa saat perjalanan dari surabaya menuju Manado. Karena tak bisa tidur.

03 Nop 2014.