Ida Widyastuti : Ratu Snack Jawa Timur

Sukses Ida tentu saja bukan gratisan. Meski bisnis snack ditemukannya tanpa sengaja, membesarkannya memerlukan kerja keras.

Ida Widyastuti : Rejeki Pisang Yang Terbuang

Hanya dengan Rp 600 ribu, Ida memulai usahanya dengan menjajakan emping dari pasar ke pasar.

Rabu, 30 Juli 2014

ASAM JADI ALASANKU UNTUK SELALU DEKAT IBUKU


Di judul sebelumnya yaitu ttg asam dan mindek sudah aku jelaskan ttg hobi unikku saat msh kecil antara kelas 2 dan 3 SD. Yaaaa.... entah kenapa waktu itu seneng sekali cari asam di dalam area pemakaman desa. Di makam itu memang ada bbrp pohon asam besar yg buahnya rimbun dan paling banyak menjatuhkan buahnya yg sudah matang. Jadi sangat mudah untk mendapatkan asam matang di situ.

TEEEEEENNGGG.....TEEEEEENNGGG.......
Ketika bel berdentang aku paling sering kesana. Memunguti biji asam matang lalu memasukkan ke dalam plastik kecil, kadang kalau tidak membawa plastik ya aku pake kaos dalam atau baju untuk menampung. Kalo sudah cukup, biasanya aku duduk di bawah pohon asam itu, duduk diantara batu nisan tanpa nama. Kadang bersandar pada pohon, kadang bersandar pada batu nisan yg ada. Sambil menikmati buah asam yg jelas kecut. Rasa kecut itu membuatku senam muka cengar cengir senyum sendiri.Semilir angin menerpa wajahku yg kuyu dan tubuh kecilku. Saking nikmatnya kadang terkantuk hingga bel masuk sekolah terlewatkan. Hmmmm.....buah lain yg aku dapatkan selain asam adalah MINDEK. adalah buah dari pohon trembesi seperti yg aku jelaskan di judul satunya.

Sekian lama "berkeliaran" di daerah itu dan bercengkerama dg batu nisan itu , tanpa aku tahu siapa yg bersemayam di dalamnya. Semua seperti hal biasa dan tak ada rasa takut sedikitpun untuk ukuran usia segitu. Kebiasaan itu berlangsung hingga kelas 4 SD. Setelah itu  sih masih suka kesana hanya saja intensitasnya tak sesering dulu lagi.
Waktupun berjalan.....SD....SMP.....SMA........ke Batam....menikah. setelah menikah itulah suamiku memberanikan diri bertanya ke Bapak dimana letak makam IBUKU. lalu kamipun pergi bersama ke area pemakaman desa. Tiba2 saja jantungku berdetak kencang, dan darahku berdesir ketika mendekati sebuah makam dengan batu nisan di bawah sebuah pohon asam. YA ALLAH.........INIKAH MAKAM IBUKU...? SUBHANALLAAH....ALLAUAKBAR. aku tercengang tak bisa berkata apa2. Beribu pikiran berkecamuk di kepalaku. Bukankan tempat ini hampir tiap hari aku datangi duluuuuu semasa aku SD mulai Kelas 2 . Di tempat inilah aku mencari buah asam yg jatuh. Pohon asam itu masih berdiri kokoh dan jadi saksi bisunya. Andai saja pohon itu bisa bicara......hai pohon asam....katakan sesuatu agar aku mengerti semua ini, jangan diam saja. Minimalnya tersenyumlah menyambutku karena kita sudah lama saling kenal.
Yaaaaa.........buah asam yg jatuh dari pohonnya itulah yg selalu membuatku ingin kesini. Memungutinya....lalu memakannya di dekat batu nisan itu. Dan ternyata.....salah satu dari nisan itu adalah MAKAM IBUKU.....YA ALLAAAAH..

YA ALLAH....YA RABBY....DUH GUSTI KANG MOHO  AGUNG.....ternyata Engkau tidak benar-benar meninggalkanku dari dulu. Dengan caraMu.....tetap Kau dekatkan aku dengan IBUKU yang sudah tiada. Entah bagaimana ini bisa terjadi. Sungguh sulit untuk dimengerti dan dipahami dengan akal .
Lalu akupun menyebutnya "pola pengasuhan IBUKU" ini unik. Bagi yg tidak percaya wilayah metafisik mungkin hal ini terlihat aneh. Tapi begitulah semua  ini terjadi atas ijin Allah. Mungkin ini sudah merupakan hasil negosiasi IBUKU dengan Tuhan. Mungkin IBUKU bilang ke Tuhan...

YA TUHANKU....
Jika tak Kau ijinkan aku mengasuh anakku secara fisik, ijinkan aku mengasuhnya secara metafisik...

Ya Robby....
Jika tak Kau ijinkan aku menggendong anakku dengan selendang, ijinkan dia duduk mendekati nisanku.

Duh Gusti Kang Moho Asih....
Jika tak Kau ijinkan aku menidurkan dia tiap harinya, ijinkan aku menahan tubuh mungilnya  itu dengan nisanku...walau sesekali...

Duh Gusti Kang Moho Welas....
Jika tak Kau ijinkan aku membelai rambut kusutnya, ijinkan aku menyatu dalam hembusan angin agar bisa menyibakkan rambutnya itu....

Duh Gusti Kang Moho Adil....
Jika tak Kau ijinkan aku bertatap muka langsung dengannya,  maka jadikanlah asam ini kesukaannya...agar tiap saat dia merindu datang kesini...

Duh Gusti Kang Moho Kuoso....
Jika tak Kau ijinkan aku melihatnya tersenyum tiap saat, maka jadikanlah rasa asam ini untuk membuatnya tersenyum di sini....walau kecut...

Duh Gusti Kang Moho Wenang...
Jika tak Kau ijinkan aku menemaninya bermain tiap saat, maka buatlah dia bergembira saat memunguti asam2 itu, Agar aku bisa melihat wajah cerianya.

Duh Gusti Kang Moho Wicaksono....
Jika tak Kau ijinkan aku menjaganya saat sakit, maka jadikanlah asam itu sebagai obat penawar untuknya.

Duh Gusti Kang Moho Suci....
Jika tak Kau ijinkan aku mengajarinya bersikap dalam hidup, maka sisipkan pancaran  ruhku ke dalam jiwanya, agar aku bisa selalu menguatkannya.....

Duh Gusti.... menghadapMu  lebih awal...adalah sebuah kepatuhanku, dan ijinkanlah aku tetap bersama anakku..selamanya......dengan cara dan kuasaMu......yang indah dan bermakna.


Yang ingin aku share disini adalah....tentang "pola asuh" IBUKU.  Bisa dikatakan bahwa IBUKU itu ternyata seorang "negotiator" yang handal dengan Tuhan. Bagaimana tidak? Berkat negosiai IBUKU dengan Tuhan, IBUKU masih bisa berperan aktif mengasuh dan menjagaku dari wilayah metafisik. Mungkin susah dimengerti dengan akal dan nalar, tapi begitulah aku meyakininya.

Aku mempercayai bahwa peran dan doa seorang IBU tak akan terputus sampai kapanpun sekalipun IBU kita sudah meninggal. Tak ada batas yg bisa memisahkannya. Hidup dan mati hanya beda dimensi. Kita masih terhubung dengan baik sesuai keinginan kita, lewat doa. Dialog imajener dengan IBUKU juga kadang bisa menambah dan mempertahankan keakraban kami. Begitu sih menurutku. Kalau tidak percaya ya gak apa2.

Begitulah sekelumit tentang SELALU ADA CINTA DI SEBIJI ASAM. Akan selalu menjadi pengingat tentang hubungan manisku dengan IBUKU . Mengunjungi makam IBUKU adalah sebuah kewajiban bagiku saat pulang kampung. Tiap kali kunjunganpun selalu ada dialog imajenerku dengan IBUKU. Yaaa....jadi ajang "curhat" lah. Yang pasti....aku tidak akan membiarkan IBUKU kesepian. Aku akan selalu ada untuknya....sampai kapanpun.

THANK'S MOM FOR CARING, SHARING, LEADING, AND LOVING ME......LUV U PUUUUUULLLLL DAAAH.....

03082014, Sidoarjo
Menulis saat ta bisa tidur......dari perjalanan mudik.

BUAH ASEM DAN MINDEK

29072014.......seperti napak tilas cerita hidup saya 33 tahun lalu. Saat msh kelas 2 dan 3 SDN Jatisono 1, kec. Gajah, Kab. Demak. Bisa dibayangkan diusia sktr 7 tahun saya mempunyai hobi nyleneh bin aneh yaitu mencari buah asam matang yg jatuh dari pohonnya dan buah pohon trembesi di area pemakaman desa yg memang letaknya tak jauh dr sekolah saya waktu itu....ya...hanya sekitar 100m laah. saat bel berdentang tanda istirahat, saya lbh suka lari ke area pemakaman dari pada jajan es di sekolah. 

Yg ada di tangan sebelah kiri saya adlh buah asem matang yg jatuh dari pohonnya dan siap makan. Asem itu kecuuuuuuut bianget. Sebuah rasa yg kurang disuka manusia selain rasa pahit. Pohon asem ini banyak tumbuh di pinggir jalan raya dan yg lbh spesifik biasanya banyak tumbuh di area pemakaman. Kenapa ya di area pemakaman banyak ditanam pohon asem....ada yg tahu jawabannya? Apakah ada filosofi khusus, itu maksud saya. Apa specialnya asem? Buahnya sj kecuuuuut biangeeeeet. Asam matang itu dagingnya saja tipis, tapi rasanya....selangit. bijinya juga gak ada nikmatnya karena terlalu keras. Yg muda juga lbh kecut dan bikin air ludah mengucur. Asem muda itu biasanya saya makan dg gula atau garam. Bahkan daun asem yg muda dulu jg sering saya makan dg cara yg sama. Duluuuu...waktu SD saya sangat pintar memanjat pohon asam di dekat sekolah. Bahkan ta jarang disengat lebah di atas pohon sampe bengkak. Atau kena ulat yg gatelnya ampuuuuun dah. Tapi semua itu tdk bikin kapok malah makin saya nikmati.

Di tangan sebelah kanan adalah MINDEK....yaitu buah dari pohon trembesi. Bentuknya panjang hitam. Di dalamnya ada biji2nya kecil yg nantinya akan digoreng dg kwali tanah tanpa minyak sampe matang baru bisa dimakan. Untuk mengeluarkan biji dari dalam batang itupun sederhana hanya dg memukul2 sisi kiri kanannya dg batu atau palu hingga kulit hitam batang itu hancur. Setelah itu baru kita siangi biji2 coklat kecil itu. Baru kita goreng. Rasanya...? Tentu tdk seenak snack kota. Susaaaaah mendiskripsikan. Yg pasti untuk memakannya dibutuhkan ketrampilan tambahan untuk mengupas biji2 kecil itu. Kulitnya yg keras dan bijinya yg kecil jg agak bikin kita senewen kadang2.  Sama seperti saat kita mau makan kwaci semangka. 

Tapi itulah asyiknya. Perjuangan.....ya....perjuangan. untuk menikmati biji2 sekecil itu dg rasa yg tdk begitu enak saja dibutuhkan perjuangan beberapa tahap. Apa lagi untuk sebuah hasil yg layak untuk dinikmati. Sudah pasti dibutuhkan perjuangan yg lbh keras lagi. Dan ternyata dg perjuangan luar biasa pun blm tentu mendapat hasil maksimal. This is the point...! Kata Tuhan......SO WHAT GITU LHOO....suka2 gue mau kasih hasil brp.

Heheheh....pasrah deh. Itu lbh baik.

Di belakang saya itu adalah komplek pemakaman desa yg sangat sederhana. Di tengah sawah yg hijau dan asri. Di sinilah masa kecilku banyak terlewatkan dg sebuah cerita....tentang pertemuanku dg IBUKU dan pola pengasuhan unik IBUKU padaku. Sungguh luar biasa. Akan saya tulis di judul lain ttg hal ini.CHECK IT OUT....!


31072014, Kudus

Diselesaikan di RS sambil nungguin Bapak yg lagi sakit. 

LEBARAN 1435H INI (TETAP) INDAH

Lebaran ini tetap indah walaupun hari ke 3 harus stay di RS menjaga Bapak yg sedang sakit. Begitulah hidup. Semua rencana liburan dg anak2 yg sdh tersusun akhirnya tdk semuanya terlaksana. Kasihan juga sih sebenarnya. Tapi gimana lagi. Satu pelajaran untuk mereka bahwa kenyataan tdk selalu sesuai harapan. Maka kita harus menerima....everyting is good.
Ketika mulai jam 8 pagi harus berangkat ke RS mengantar Eyangnya pun mereka duduk terdiam. Aku berusaha memahami perasaannya. Kucoba menjelaskan dg berbagai alasan dan merekapun manggut2 tanda mengerti. Hingga sampailah pada satu kesimpulan bahwa "BERBAKTI PADA ORANG TUA ADALAH WAJIB, TIDAK BOLEH DITAWAR ALIAS HARGA MATI".

Dan kamipun tersenyum bersama. Hari ini mereka jadi suporter terbesar dan terhebatku. Mereka mampu membuatku untk tdk menangis dan bersedih (dihadapannya). Mereka jg jd penghibur Eyangnya di RS. 

Tengkiyuuuk ya Mas dan Ade'. 

Eyang....cepet sembuh ya....

Luv u all.....


30072014

RSUD KUDUS, Anggrek Pav

Selasa, 29 Juli 2014

HIJAUNYA KACANG IJO DI DESAKU

Ke desa kampung halaman selalu membuat hati tentram. Apalagi setelah sowan ke makam IBUNDA tercinta.  Makam desa yg disekitarnya dikelilingi sawah menghijau. Kali ini kebetulan pas musim tanam kacang ijo. Suburnyaaaa......duluuuu....kawasan ini adalah tanah tegalan yg berbentuk "galengan2". Seiring waktu masyarakat desa makin ngerti perhitungan shgga galengan yg ada diratakan dan jadilah dataran sawah seperti ini. Hmm....lebih produktif sih. Dalam 1tahun bisa 3x garap. 2x tanam padi dan sekali polowijo. Tiap kali saya kesini selalu bagus hasil panennya.

Berkah Tuhan memang tdk pernah berhenti untuk mereka yg mau berusaha. 


Demak, 30072014

Ditulis sambil nunggu Bapak periksa di RS Mardi Rahayu Kudus.

Minggu, 27 Juli 2014

SELAMAT HARI RAYA IEDUL FITRI 1435H

Selamat lebaran ya.....mohon maaf lahir batin.
Hari yg cerah. Seperti biasanya....pagi ini siap2 mudik setelah sholat ied.
Baru keluar bbrp puluh meter dr rumah ketemu sama si mbah Sulikah namanya. Beliau asli lamongan. Tdk bs mudik krn sdh tdk punya keluarga.
Berbagi dg Beliau . Yg menangis mikir belum bayar kos2an. Dg tangan rentanya memunguti koran bekas sholat di jalanan. Ya Allah....ya Rahman...ya Rahim.....jagalah dia dlm kasihMu.
Pagi ini seorang guru hidup kembali Engkau kirim untuku. Thank's GOD...

28072014, Sidoarjo.

Rabu, 23 Juli 2014

MAKIN MALAM MAKIN RAMAI

Respon masyarakat pada Roemah Snack Mekarsari makin meningkat.
Senangnya melihat antusiasme mereka belanja. Kata mereka, harganya murah, pilihan banyak (ya..kita kan ada lbh dr 300 items snack) dan pelayanan juga cepat. Apalagi packingnya bagus2. Pantas untuk buah tangan ke orang terdekat di momen spesial lebaran.
Monggo mampir ya......

BUKA 24 JAM

Seperti biasa, tradisi buka 24 jam tetap kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Alhamdulillaah rame terus. Smg membawa berkah. Amiiin.